...Selamat Datang di Blognya Inspirasi Yanie, Semoga Berkesan...

Seragam KORPRI Baru

 

Ada yang punya seragam baru ni, cie ….

Seragam yang dipakai ASN sebulan sekali ganti lho (Bagi yang sudah ganti mah bukan lagi baru ya…hehe)

Ya seragam kebanggaan si batik biru KORPRI ganti desain lho. Dilihat sekilas mah warnanya lebih gelap. Dan lambang KORPRI nya jadi menyala alias keemasan (biasanya kan hitam).

Bagus ga ya di kulit gelapku..ups.. sudah terlalu cinta sama yang lama  soalnya.

Tapi tahukah kalian bahwa desain baru KORPRI ini bernama “Bumi Nusasegara”? keren ya namanya. Desain ini ternyata dibuat oleh ASN Biro Umum dan ASD Pemprov DKI Jakarta yang memenangkan sayembara three branding desain seragam KORPRI nasional.

Motif batik ini dibuat simetris menapilkan kesan profesionalisme, menggambarkan budaya nusantara yang beragam dari 5 pulau terbesar. Konsep warna emas atau bumi mencerminkan kesuburan bumi Nusantara dan membangun berazazkan lingkungan. Biruu muda/nusa tentang pulau-pulau dan udara bersih serta biru laut mencerminkan lautan Indonesia sebagai negara maritim. Langgeng adalah motif batik Aceh, Kaum dari Jawa, Tata Badan Kalimantan, Pa’tedong/kepala kerbau Sulawesi dan Burung Cendrawasih Papua.

Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan ketentuan terbaru mengenai penggunaan pakaian seragam Korpri bagi pegawai ASN (PNS dan PPPK) di lingkungan Pemerintah Daerah. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 025/3293/SJ tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Batik Korps Pegawai Republik Indonesia di Lingkungan Pemerintah Daerah, yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si.


Berikut surat edaran tentang pakaian seragam batik KORPRI terbaru 

download DISINI

Bye Bye baju kesayangan ... hik, hik,,


 


Main Mayo Memudahkan Belajar Klasifikasi Sistem 5 Kingdom

 


Sebagai guru saya memiliki keinginan agar murid-murid saya bisa antusias dalam belajar. Pembelajaran di kelas sudah seharusnya dilakukan dengan keadaan sama-sama bahagia, menyenangkan, dan menambah wawasan. Sebagai subjek peserta didik harusnya dapat mengikuti pelajaran sebagai kewajibannya dan mendapatkan ilmu sebagai haknya. Namun ternyata tidak selamanya peserta didik dapat mengikuti pembelajaran sesuai keinginanya. Pada usia SMP, mereka masih lebih senang bermain dan tidak berpikir keras. Akibatnya banyak pelajaran yang membuat mereka tidak antusias karena merasa bahwa pelajaran itu membosankan, banyak hafalan, dan membuat ngantuk. Pelajaran IPA sebagai salah satu pelajaran yang banyak teorinya membuat pelajaran ini dinilai peserta didik sebagai pelajaran yang membuat boring dan sangat membosankan. Terlalu banyak materi dan kata-kata sulit, serta memerlukan pemahaman dan ketelitian tinggi. Terutama pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup, yang teori dan nama ilmiahnya sangat banyak. Jangankan antusias, mereka masih mendengarkan saat pelajaran berlangsung pun sudah lebih baik. Saya khawatir jika dibiarkan maka mereka akan semakin malas, dan tidak ada keinginan untuk mempelajari klasifikasi sehingga pada akhirnya nilai tidak memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

Dan ternyata bermain masih menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi peserta didik kelas 7 MTs. Seolah-olah apapun benda disekitar mereka bisa dimainkan. Dan ternyata dari hasil obrolan dengan mereka, mereka suka dengan suasana kompetisi antar teman saat bermain. Bahkan saat pembelajaran sedang berlangsung, mereka terkadang mencuri-curi waktu untuk sekedar bermain lempar kertas bergambar dengan teman-temannya.

Saya mencoba mencari cara untuk membuat pembelajaran Klasifikasi Makhluk Hidup ini menjadi menarik perhatian mereka. Menganalisis dari kesukaan mereka bermain, walau hanya dengan kertas membuahkan ide bagi saya untuk membuat media pembelajaran sederhana. Dari kertas saja sepertinya cukup dan sudah membuat mereka tertarik. Akhirnya saya membuat media pembelajaran sederhana berupa papan permainan dengan kartu. Kartunya berisi ciri makhluk hidup dan papannya berisi sistem klasifikasi makhluk hidup (sistem 5 kingdom).

Saat saya membawa papan permainan dan kartu yang berwarna, mereka mulai tertarik dan terlihat antusias begitu saya masuk kelas. Melihat antusias mereka saya mulai memperkenalkan media sederhana tersebut. Dan tak disangka mereka tertarik bermain. Dan mereka mulai berkelompok dan memainkan permainan tersebut. Awalnya mereka masih sedikit bingung, tapi antusis dan rasa senang bermain membuat mereka semakin enjoy bermain dan tanpa mereka sadari mereka sudah bisa mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya pada klasifikasi system 5 kingdom tanpa saya harus ceramah dan mereka mengantuk. Rasanya ikut bahagia begitu refleksi materi mereka merasa senang belajar dan lebih mudah ingat dengan konsep ciri dan klasifikasi makhluk hidup. Merdeka belajar memang harus diawali dengan empati untuk menyelesaikan kesulitan peserta didik. Semoga saya bisa istiqomah berempati dan membangun suasana merdeka belajar bagi peserta didik saya.   

Tulisan ini diuat di Surat kabar Guru Belajar: https://bit.ly/skgurubelajarWIT2021-Jilid2