Sebagai guru saya memiliki keinginan agar
murid-murid saya bisa antusias dalam belajar. Pembelajaran di kelas sudah
seharusnya dilakukan dengan keadaan sama-sama bahagia, menyenangkan, dan
menambah wawasan. Sebagai subjek peserta didik harusnya dapat mengikuti
pelajaran sebagai kewajibannya dan mendapatkan ilmu sebagai haknya. Namun
ternyata tidak selamanya peserta didik dapat mengikuti pembelajaran sesuai
keinginanya. Pada usia SMP, mereka masih lebih senang bermain dan tidak
berpikir keras. Akibatnya banyak pelajaran yang membuat mereka tidak antusias
karena merasa bahwa pelajaran itu membosankan, banyak hafalan, dan membuat ngantuk.
Pelajaran IPA sebagai salah satu pelajaran yang banyak teorinya membuat
pelajaran ini dinilai peserta didik sebagai pelajaran yang membuat boring dan
sangat membosankan. Terlalu banyak materi dan kata-kata sulit, serta memerlukan
pemahaman dan ketelitian tinggi. Terutama pada materi Klasifikasi Makhluk
Hidup, yang teori dan nama ilmiahnya sangat banyak. Jangankan antusias, mereka
masih mendengarkan saat pelajaran berlangsung pun sudah lebih baik. Saya
khawatir jika dibiarkan maka mereka akan semakin malas, dan tidak ada keinginan
untuk mempelajari klasifikasi sehingga pada akhirnya nilai tidak memenuhi KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal).
Dan ternyata bermain masih menjadi hal
yang sangat menyenangkan bagi peserta didik kelas 7 MTs. Seolah-olah apapun benda
disekitar mereka bisa dimainkan. Dan ternyata dari hasil obrolan dengan mereka,
mereka suka dengan suasana kompetisi antar teman saat bermain. Bahkan saat
pembelajaran sedang berlangsung, mereka terkadang mencuri-curi waktu untuk
sekedar bermain lempar kertas bergambar dengan teman-temannya.
Saya mencoba mencari cara untuk membuat
pembelajaran Klasifikasi Makhluk Hidup ini menjadi menarik perhatian mereka.
Menganalisis dari kesukaan mereka bermain, walau hanya dengan kertas membuahkan
ide bagi saya untuk membuat media pembelajaran sederhana. Dari kertas saja
sepertinya cukup dan sudah membuat mereka tertarik. Akhirnya saya membuat media
pembelajaran sederhana berupa papan permainan dengan kartu. Kartunya berisi
ciri makhluk hidup dan papannya berisi sistem klasifikasi makhluk hidup (sistem
5 kingdom).
Saat saya membawa papan permainan dan
kartu yang berwarna, mereka mulai tertarik dan terlihat antusias begitu saya
masuk kelas. Melihat antusias mereka saya mulai memperkenalkan media sederhana
tersebut. Dan tak disangka mereka tertarik bermain. Dan mereka mulai
berkelompok dan memainkan permainan tersebut. Awalnya mereka masih sedikit
bingung, tapi antusis dan rasa senang bermain membuat mereka semakin enjoy
bermain dan tanpa mereka sadari mereka sudah bisa mengelompokkan makhluk hidup
berdasarkan ciri-cirinya pada klasifikasi system 5 kingdom tanpa saya harus
ceramah dan mereka mengantuk. Rasanya ikut bahagia begitu refleksi materi
mereka merasa senang belajar dan lebih mudah ingat dengan konsep ciri dan klasifikasi
makhluk hidup. Merdeka belajar memang harus diawali dengan empati untuk
menyelesaikan kesulitan peserta didik. Semoga saya bisa istiqomah berempati dan
membangun suasana merdeka belajar bagi peserta didik saya.
Tulisan ini diuat di Surat kabar Guru Belajar: https://bit.ly/skgurubelajarWIT2021-Jilid2